..:::.. Riena Samputri ..:::..

Selasa, 20 November 2012

Konvensi Naskah dan Abstrak

Konvensi Naskah

Konvensi naskah adalah tata cara penulisan naskah yang sudah ditentukan aturannya dan sudah disepakati. Pada prinsipnya, setiap lembaga atau beberapa instansimemiliki konvensi karya ilmiah yang sama dalam pembuatan naskah yang baik, tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang telah dilakukan kemudian. Perincian dari kerangka karangan akan menghasilkan suatu bab-bab dan sub-sub bab. Dari bab-bab dan sub-sub bab ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran atau gagasan utama dalam sebuah paragraf atau alinea.

Dari segi persyaratan formal ini, naskah dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu :
  1. Formal : suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh konvensi.
  2. Semi-formal  :  sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi.
  3. Non-formal  :  bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syarat-syarat formalnya.
Unsur-unsur dalam Penulisan Naskah Karangan :

1. Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. Bagian pelengkap pendahuluan terdiri dari :
  • Judul pendahuluan
  • Halaman pengesahan
  • Halaman judul
  • Halaman persembahan
  • Kata pengantar
  • Daftar isi
  • Gambar, tabel, keterangan
2. Bagian Isi Karangan
Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku; atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri. Bagian isi karangan biasanya terdiri dari :
  • Pendahuluan
  • Tubuh karangan
  • Kesimpulan
3. Bagian Pelengkap Penutup
Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah. Ada bebarapa bagian yang biasanya dimasukkan dalam bagian pelengkap penutup karangan yaitu : lampiran, bibliografi, dan daftar indeks.

Teknik Penulisan Judul

Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:
  • Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.  
  • Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
  • Sampul berisi nama karangan, penulis, dan penerbit.
  • Halaman judul berisi nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
  • Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).
Abstrak

Abstrak adalah ringkasan dari dokumen, bukan dokumen sendiri. Sebuah abstrak untuk konferensi harus lengkap, berdiri sendiri, memberi gambaran yang jelas mengenai apa yang dilakukan, tantangan yang dihadapi, dan dampaknya pada orang lain. Biasanya abstrak terdapat pada tulisan-tulisan karya ilmiah seperti jurnal, skripsi dan makalah.

Teknik Penulisan Abstrak

Beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan pada saat membuat abstrak adalah sebagai berikut:
  • Tidak informasi baru, maksudnya abstrak tidak boleh mengandung informasi baru yang tidak tercantum di dalam artikel utama.
  • Kalimat sederhana dan tidak bertele-tele, yaitu kalimat dalam abstrak hendaknya dibuat langsung dan tidak bertele-tele, apalagi mengandung kata-kata kiasan. Harap diingat bahwa ruang yang tersedia untuk abstrak sangat terbatas sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan kalimat-kalimat yang penuh dan sarat makna.
  • Menghindari singkatan dan istilah, maksudnya singkatan dan istilah yang tidak umum sebaiknya tidak digunakan dalam abstrak. Umum tidaknya sebuah istilah dan singkatan, bisa berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya. Dalam ilmu Nutrisi Ternak Ruminansia, istilah VFAs mungkin sudah umum digunakan sehingga semua orang yang berlatar belakang ilmu tersebut sudah memahaminya tanpa harus dijelaskan menjadi volatile fatty acids. Demikian pula halnya dalam ilmu Tanaman, HST mungkin sudah dianggap umum dan tidak menimbulkan penafsiran lain kecuali Hari Setelah Tanam. Singkatan dan istilah yang sudah dianggap umum boleh digunakan di dalam abstrak.
  • Sekali saja, yaitu kalimat-kalimat yang dicantumkan dalam abstrak masing-masing mempunyai arti yang unik dan menyampaikan informasi yang unik pula. Karena ruang yang terbatas, informasi harus disampaikan sekali saja.
  • Panjang abstrak, adalah seberapa panjang abstrak yang harus dibuat. Untuk artikel ilmiah, panjang abstrak biasanya berkisar antara 150 hingga 250 kata. Untuk laporan skripsi, tesis, atau disertasi biasanya mempunyai abstrak yang lebih panjang dari itu. Yang paling penting untuk dilakukan adalah memeriksa panduan penulisan yang ada. Jangan membuat abstrak melebihi ketentuan yang berlaku.




Sumber referensi :

0 komentar:

Posting Komentar

Danke !